Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Inilah Kisah jemaah tablig yang berdakwah hingga ke penjuru dunia

Admin 12:25 PM Add Comment
Jamaah tabligh
BANDUNG, Indonesia - Nama Jemaah Tabligh tiba-tiba muncul ke permukaan seiring dengan pemberitaan konflik di Marawi, Filipina selatan. Di tengah peperangan sedang berkecamuk, 16 WNI yang merupakan jemaah tablig berada tak jauh dari lokasi serangan kelompok pro ISIS di area Mindanao.

Tak pelak muncul kecurigaan bahwa kelompok jemaah tablig terlibat dalam aksi teror tersebut. Tetapi, hal tersebut dibantah oleh Kementerian Luar Negeri. Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu Muhammad Iqbal mengatakan telah memperoleh informasi bahwa kepergian 16 WNI itu tidak berniat untuk berperang bersama dengan kelompok Maute.

“Dari informasi aparat hukum Filipina dan Indonesia, kami tidak memiliki informasi miring dari keberadaan mereka di Filipina selatan,” ujar Iqbal yang ditemui di Bandara Soekarno-Hatta ketika menjemput mereka pada Sabtu, 3 Juni tengah malam.

Lantas, apa dan bagaimana kegiatan Jemaah Tabligh itu?

Rappler menemui Baban Taufiq, seorang Maulana, sebutan bagi ustad di Jemaah Tabligh, untuk mengetahui lebih jauh mengenai kegiatan kelompok tersebut.

Baban menjelaskan, Jemaah Tabligh sebetulnya telah ada sejak beberapa puluh tahun yang lalu dengan aktivitas utamanya melakukan gerakan dakwah Islam. Gerakan ini dimulai pada 1926 oleh Muhammad Ilyas di India dengan tujuan menghidupkan kembali dakwah, seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Gerakan ini kemudian menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia pada 1973.

Di Bandung, Jemaah Tabligh mulai eksis pada 1986 oleh sekelompok mahasiswa kedokteran sebuah perguruan tinggi. Awalnya, mereka berkumpul di sebuah masjid di Kebon Pisang, Kosambi Kota Bandung. Kemudian, mereka berpindah-pindah dari masjid ke masjid, hingga akhirnya memiliki markas di Masjid Madinah, Jalan Depok Antapani Kota Bandung.

Nama Jemaah Tabligh sendiri, kata Baban, bukan nama yang diciptakan komunitasnya tapi merupakan sebutan orang lain kepada mereka yang selalu melakukan dakwah dan tabligh. Dakwah mengandung arti mengajak, sedangkan tabligh berarti menyampaikan kebaikan.

Jemaah Tabligh, dijelaskan Baban, bukan sebuah organisasi atau kelompok, tapi kumpulan kaum muslimin yang ingin melaksanakan apa yang diperintahkan Al Qur’an dan dicontohkan Rasulallah SAW.

“Kami tidak punya misi apa-apa, hanya ingin berdakwah. Jadi, kami sering istilahkan jemaah ini bukan organisas tapi sorganisasi (plesetan dari organisasi yang fokus mencari surga). Bagaimana orang untuk bisa masuk surga dunia dan surga akhirat,” kata Baban.

Mereka pun menjelaskan target-target secara sederhana dan mudah diterangkan yakni dengan mengamalkan agama secara sempurna, menghidupkan sunnah Baginda Rasul SAW, dan mengutamakan akhirat sebagai tujuan. Jadi, bukan dunia yang dijadikan tujuan.

Dalam melaksanakan dakwah, Jemaah Tablig memiliki metode yang disesuaikan dengan waktu luang anggotanya. Ada dakwah selama tiga hari dengan jarak radius satu kilometer atau satu kecamatan.

Kemudian, dakwah selama 40 hari dengan jarak yang lebih jauh lagi. Juga, dakwah selama empat bulan atau dakwah perjalanan jauh hingga ke luar negeri.

Sebanyak 10 dari 16 WNI merupakan jemaah tablig yang berada di Marawi adalah mereka yang sedang melaksanakan dakwah selama 40 hari. Lokasi tujuan dakwah ditentukan berdasarkan musyawarah.

Bisa di dalam atau ke luar negeri, termasuk ke daerah-daerah konflik. Tempat yang mereka datangi adalah masjid-masjid yang berada di lokasi tujuan.

“Masjidnya enggak pilih-pilih, masjid apapun (akan didatangi), dan kami ingin masjid apapun bisa kita datangi, kami enggak eksklusif,” kata Baban.

Other Stories
Philippine economy to shrink by 1.9% in 2020, says World Bank

The World Bank says steps to recovery include strengthening the healthcare system, improving the ease of doing business, and developing better internet in the Philippines
Endangered Sumatran tiger found dead in Indonesia

The 18-month-old male's decomposing body is found with its leg caught in a trap near a palm oil plantation in Sumatra's Riau province
'Total disarray': Carpio slams Duterte gov’t West Philippine Sea strategy

'The Filipino people do not deserve this,' says retired Supreme Court justice Antonio Carpio

Namun kadang kala, kedatangan mereka tidak selalu diterima dengan tangan terbuka oleh pengurus masjid yang dituju.

“Kadang-kadang diterima, kadang-kadang enggak. Alasannya, mereka kurang paham, masih curiga sama jemaah,” ungkap pria 43 tahun itu.

Jauh dari paham radikal

Cara Jemaah Tabligh berdakwah tidak selalu dengan ceramah, tapi juga memberikan contoh, seperti melakukan salat berjemaah, salat sunnah, mengaji, itikaf, dan amalan-amalan lainnya yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Memberikan contoh atau teladan, menurut Baban, menjadi kunci dari dakwah itu sendiri. Karena seperti itu pula, cara yang Rasulallah lakukan.

“Kalau ceramah banyak, tapi contoh yang jarang. Kami ingin yang nyebar itu uswah atau contoh. Mencontohkan adalah salah satu cara dakwah yang dianjurkan. Nabi Muhammad menonjol dengan uswahnya,” katanya.

Tapi yang pasti, dakwah Jemaah Tablig disampaikan dengan cinta kasih sebagaimana dicontohkan pula oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh sebab itu, Baban mengatakan, Jemaah Tablig jauh dari paham radikalisme atau terorisme.

“Apalagi kita sudah tahu ada ayatnya (yang mengatakan) bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmatan lil alamin. Membunuh juga enggak boleh, dosa. Membunuh satu orang seperti membunuh seluruh umat manusia,” kata dia.

Tetapi, tidak dipungkiri, label radikalisme dan terorisme kerap disematkan kepada para jemaah tablig. Hal itu disebabkan karena penampilan jemaah yang suka mengenakan pakaian gamis, celana cingkrang, dan berjenggot. Padahal, berpakaian seperti itu, kata Baban, merupakan salah satu cara mereka berdakwah.

“Ada seorang misionaris yang dapat hidayah, justru ketika melihat pakaian orang Islam. Jemaah yang berpakaian putih bersih, salat bersama, ruku bersama itu menggetarkan orang-orang kafir. Tidak ada aura ruh yang tidak bisa didapat, kecuali dengan cara begitu,” tutur dia.

Lantaran sering dicurigai, kegiatan jemaah tablig tak luput dari penyusupan anggota intelijen dari Polri maupun TNI. Tetapi yang terjadi, justru banyak anggota intelijen yang bergabung dan menjadi bagian dari Jemaah Tablig.

“Dan lucunya, aktivis pengerak di daerah di manapun banyak yang intel. Jadi ketika kita ditakut-takuti dengan stigma radikal dan sebagainya, enggak usah takut. Tampilkan saja bahwa kita ini enggak ada niat apa-apa. Kita ini sebuah komunitas terbuka,” ungkap Baban.

Ramai diikuti artis

CIRI KHAS. Mengenakan gamis dan taqiyah menjadi salah satu ciri khas pengikut Jemaah. Foto: istimewa

CIRI KHAS. Mengenakan gamis dan taqiyah menjadi salah satu ciri khas pengikut Jemaah. Foto: istimewa

Menurut data, markas besar Jemaah Tablig berada di Masjid Tabligh di Dewsbury, Inggris. Di setiap negara mempunyai markas pusat nasional, regional, dan ratusan markas kecil yang disebut Halaqah. Halaqah ini berbasis di masjid-masjid dan musala.

Kegiatan di Halaqah dapat dibagi atas kegiatan harian, mingguan dan bulanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meramaikan masjid dan mengajak kembali umat agar mencintai tempat beribadah.

Kegiatan harian antara lain adalah musyawarah harian, taklim harian, zikir pagi petang dan amalan silaturahmi. Kegiatan mingguan dapat berupa jaulah atau mengunjungi sesama muslim dan berbincang tentang pentingnya iman dan amal, pentingnya berusaha atas iman dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat.

Kegiatan bulanan dapat berupa khuruj selama tiga hari. Khuruj adalah meluangkan waktu secara total berdakwah memperbaiki diri sendiri dan mengajak orang lain agar berusaha atas iman, yang biasanya dilakukan dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang Amir (pemimpin).

Selama khuruj ada 4 hal yang diperbanyak, yaitu dakwah Illallah, taklim wataklum, zikir dan ibadah, dan khidmad (melayani sesama muslim). Ada lagi empat hal yang dikurangi, waktu tidur dan makan, keluar masjid dan boros.

Sewaktu khuruj, kegiatan diisi dengan ta'lim (membaca hadits atau kisah sahabat, jaulah (mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) enam sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka i'tikaf di masjid.

Dalam melaksanakan berbagai kegiatan itu, jemaah tidak menerima donasi dana dari manapun. Sumber dana berasal dari kantong para pengikutnya.

Beberapa pesohor publik diketahui ikut bergabung dengan Jemaah Tabligh. Di antaranya, eks personil Sheila on 7, Shakti, alm Gito Rollies, Vokalis Nineball, Ray, dan Vokalis Mata Band, Sunu.

Kepada Rappler, Sunu mengungkapkan, ketenangan yang dirasakan setelah mendalami agama melalui kegiatan yang dijalankannya bersama Jemaah Tabligh. Ia rela meninggalkan kekayaan dan popularitas yang diraihnya untuk berhijrah di jalan Allah.

“Allah kasih perasaan ke saya, tanpa agama itu hampa. Sekarang saya merasakan ketenangan,” ungkap Sunu saat ditemui Rappler, Jumat malam, 2 Juni.

Pria 37 tahun itu mulai bergabung dengan Jemaah Tablig di tahun 2009, saat berada di puncak karier. Ia sempat merasakan dilema, namun akhirnya mantap untuk berhijrah.

Saat ini, Sunu aktif berkegiatan di Jemaah Tablig dan sempat beberapa kali melakukan dakwah keliling Indonesia hingga ke luar negeri. Beberapa negara yang dikunjunginya adalah Pakistan, Thailand, India, Malaysia, dan Singapura.

“Misi hidup saya sekarang adalah berdakwah,” ujar pria yang kini kerap tampil bergamis dan mengenakan taqiyah (topi khas muslim) ini. - Rappler.com

Sumber : Rappler.com

Allahu Akbar! Kakek Ini Islamkan 108 ribu Orang Hindu

Admin 11:55 AM Add Comment
Allahu Akbar! Kakek Ini Islamkan 108 ribu Orang Hindu
KarkunKepri - Seorang kakek mengejutkan dunia Islam dengan prestasinya yang mengagumkan yaitu telah mengislamkan 108.000 orang pemeluk agama Hindu sejak tahun 1989. Ia bernama Deen Mohammad Shaikh dan telah mencetak prestasi tersebut sejak ia meninggalkan agama kelahirannya yaitu Hindu.

Salah satu warga kota Matli, Pakistan, ini adalah ketua Masjid Jami' Wali Allah dan Madrasah Islam Aisha Ta'limul Quran, sebuah lembaga untuk memfasilitasi para muallaf.

Dia berusia 70 tahun dan sering terlihat membawa tongkat untuk membantunya berjalan. Sebuah selendang kafiyeh warna merah putih diletakkan di bahunya saat memberikan ceramah dan petunjuk untuk non muslim di sana.

Syaikh telah mewakafkan sembilan hektar tanah untuk disumbangkan kepada para muallaf untuk mendirikan tenda dan menginap agar terhindar dari intimidasi dan tidak menjadi tunawisma.

"Keinginan tulus saya adalah menjadikan penduduk seluruh dunia menjadi Muslim," katanya seperti dilansir Express Tribune pada Rabu (27/4), ketika ditanya tentang mengislamkan penduduk secara massal.

Pengkhotbah jumat di beberapa masjid di Pakistan ini sering berkisah tentang perjalanannya dari penganut Hindu yang taat bernama Jhangli dan menjadi ahli dalam penginjilan dalam agama tersebut.

"Saya selalu mencintai Islam. Saya membaca dalam Al-Qur'an dan menyadari bahwa 360 dewa ternyata tidak ada gunanya bagi saya," ujarnya.

Pada awalnya ia harus mempelajari Al-Quran secara rahasia untuk menghindari kesalahpahaman bila ia terlihat memegang Al-Quran oleh para muslimin saat itu. Lucunya, dia memulai puasa diam-diam dan sebenarnya dia sedang memulai puasa sehari sebelum Ramadhan dimulai.

Ibu Syaikh mulai melihat gelagat anaknya akan pindah ke agama lain. Dia berpikir jika ia dinikahkan, ia tidak akan berpindah agama. Akhirnya pada umur 15 tahun pernikahannya dilangsungkan dan tanpa waktu yang lama ia telah memiliki empat anak perempuan dan delapan anak laki-laki.

Namun ketertarikannya kepada Islam tidak hanya sebatas itu. Saat dipenuhi rasa ingin tahu tersebut, ia bertemu dengan seorang guru Islam bernama Sain Mohammad Jagsi, yang menyuruhnya mempelajari Al-Qur'an dan Hadist.


Untungnya, paman Shaikh berpikiran sama dengannya dan mereka saling memberi kekuatan. Shaikh sampai menahan putrinya menikah dengan seorang Hindu seperti yang telah ia rencanakan, karena ia teringat akan sulit mengislamkan bila sudah menikah.

Setelah berani mengumumkan bahwa ia telah memeluk agama Islam, Deen Mohammad Shaikh mulai merencanakan misi untuk merayu orang lain. Dia mulai dengan tetangga di belakang belakang rumahnya, sampai ke keluarga besar.

Saat menjalankan misi ini ia dipertemukan dengan orang kaya dan berkuasa di kota Matli dan bersedia membantunya membuka jalan. Dermawan tersebut adalah seorang pensiunan tentara Pakistan bernama Sikandar Hayat, pemilik pabrik gula di Matli. Ia menawarkan uang dengan jumlah yang besar kepada Shaikh, namun ditolak. Sebaliknya, ia mendesak Hayat untuk memberikan pekerjaan untuk beberapa orang yang baru hijrah. Akhirnya Hayat menyanggupinya dan terus memberikan bantuan bersama putrinya.

Sekarang, lanjut Shaikh, ketenarannya telah tersebar ke seluruh Matli dan orang-orang mulai datang kepadanya hingga dari kota yang jauh seperti Balochistan, termasuk penganut semua agama dan sekte, yang ingin hijrah. Kemudian sebuah masjid kecil dibangun di kompleks perumahannya dengan beberapa kamar di mana anak-anak yang kebanyakan perempuan, diajarkan bagaimana melafazkan doa-doa dan membaca Al-Quran.

Salah satu guru perempuan yang bernama Sakina (14 tahun), yang baru mengajar 15 hari berkomentar.

"Ada beberapa siswa yang sulit untuk diajar," katanya sambil mengomentari kemampuan para murid yang kesulitan membaca teks dalam bahasa yang tidak dikenal.

Shaikh menyadari kesulitan tersebut pada awalnya dan menghindari ketakutan atas sistem yang baru. Dia membuat pengajaran tersebut menjadi lebih mudah pada 40 hari pertama.

"Mereka hanya perlu berdoa farz! Jadwal santai ini untuk memastikan mereka dapat menyadari iman mereka," ujar Syaikh.

Dia melanjutkan, ia harus mengerti bahwa jika menuntut mereka langsung mulai dengan shalat lima kali sehari dengan wajib dan bukan pilihan, para muallaf yang labil itu akan lari.

Selain itu, ia tidak menjelaskan secara detil bagaimana cara ia mempengaruhi orang. Semua ia jelaskan secara sederhana dengan perumpamaan nugget panas dan belerang.

"Saya bilang ke mereka bahwa saya pernah menjadi pemeluk Hindu juga dan mereka akan dibakar di neraka jika mereka bukan Muslim." jelasnya.

Ada pertimbangan lain saat ada warga memeluk agama Islam yaitu menyelamatkan mereka dari "dakwah" orang Hindu yang ingin mereka kembali. Shaikh memindahkan mereka ke wilayah Hub Chowk dekat kota Karachi.

"Bila tak dipindahkan, keluarga mereka akan menarik mereka kembali," jelas Shaikh.

Trik ini ia pelajari dari pengalaman pribadinya. Ia pernah diculik bersama dengan putri dan mertuanya oleh umat Hindu yang berpengaruh di sana dan mengancamnya untuk berhenti mengislamkan orang.

"Mereka tidak ingin umat Hindu yang miskin untuk berdikari dan mereka sangat tidak rela bila para penduduk menjadi Muslim," ujarnya.

Meskipun tercatat sudah 108.000 orang yang sudah masuk Islam, Shaikh merasa masih belum puas dengan prestasinya. Dia ingin semua orang didunia menjadi Muslim dan belajar dari teladan Rasulullah SAW. Di waktu luang ia juga ikut menghadiri sidang tahunan Jamaah Tabligh di kota Raiwind, meskipun ia tidak percaya pada perpecahan islam dengan jama'ah dan menganggap semua jamaah Islam adalah saudara.

"Semua jama'ah seperti saudara bagi saya," tutupnya.

Sumber : http://www.bersamaislam.com/2016/04/masya-allah-kakek-ini-islamkan-108-ribu.html?m=1

Kisah Inspirasi - Karena Kafan Itu Tidak Memiliki Kantung

Admin 1:15 PM Add Comment
Kisah Inspirasi - Karena Kafan Itu Tidak Memiliki Kantung

KISAH MENGINSPIRASI
Seorang wanita yang kehilangan uang 200 Riyal

Di suatu jalan, tergantung sebuah kertas yang tertulis : telah hilang uang sejumlah 200 Riyal. Bagi yang menemukannya mohon kiranya mengembalikan ke alamat rumah susun nomor sekian. Penghasilan saya sangat kecil dan saya sangat butuh uang tersebut. Saya pun tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli roti

Lalu ada seseorang yang mengaku menemukan uang tersebut, kemudian dia mengeluarkan uang sebesar 200 Riyal. Setelah itu dia naik ke rumah susun tempat tinggalnya...

Seorang nenek tua menangis setelah menerima uang tersebut, lalu nenek itu berkata :
Wahai anakku, kamu adalah orang ke-12 yang memberikan uang kepadaku dan mengaku yg menemukan uang tersebut...

Pria itu hanya tersenyum lalu ia menuju ke tangga (untuk kembali)...

Tiba² nenek itu memanggilnya dan mengatakan :
Wahai anakku,
¤ tolong robek kertas pengumuman (yang kau baca tadi)
¤ saya sebenarnya tidak bisa menulis dan bukan saya yang menulisnya

Wanita itu lalu berdiri sembari menangis tersedu², kemudian dia berkata :
Rasa simpatimu kepadaku lah yang masih memberikanku harapan dan membuatku bisa merasakan indahnya dunia...
(Nasehat ku) janganlah engkau biarkan ada orang yang membutuhkan sedangkan dirimu tenggelam dalam kenikmatan...
Teruslah bersedekah karena kafan itu tidak memiliki kantung...

***
Alangkah indahnya apa yang kubaca hari ini,
Sebuah kalimat yang berbunyi :
تصدق فليس للكفن جيوب
Teruslah bersedekah karena kafan itu tidak memiliki kantung...
Kalimat yang menyayat² hatiku....

@abinyasalma